Internal Audit Indonesia's

Februari 11, 2010

10 Pola Pikir Utama Risk Taker

Filed under: Artikel seputar Internal Audit — internalauditindonesia @ 12:00 am

1. Pikirkan apa yang tak terpikirkan. Lihat sebagai pengamat operasional, jangan terlibat emosional dan berinovasilah apa yang sesungguhnya mereka butuhkan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan sebelum, selama dan setelah operasional.

2. Sensitiflah terhadap trend penyimpangan, penyalahgunaan wewenang serta issue internal dan issue eksternal. Analiislah secara mendalam.

3. Perhatikan dampak finansialnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Berorientasilah kepada perbaikan proses untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan operasional.

5. Ketatlah mengendalikan budget. Sadarlah bagian Crisis Management bukanlah profit center !

6. Berbagilah dengan praktisi sukses. Jangan persulit dan tingkatkan keterampilan berkomunikasi.

7. Berikan apresiasi sosial yang tinggi dan tulus bagi yang terbaik. Bila perlu berikan insentif untuk yang menjalankan program safety & security dengan ketaatan yang tinggi.

8. Jadikan setiap masalah, krisis, resiko menjalankan tugas dengan berpikir konstruktif, optimis dan proaktif.

9. Jangan lupakan sejarah. Trend bisa jadi menjadi peringatan dini yang paling efektif.

10. Berikan sentuhan spiritual, bahwa diatas segalanya kita masih sangat membutuhkan proteksi yang lebih baik dari Yang Maha Melindungi.

2 Komentar »

  1. saya setuju, namun ada kalanya saya ( junior audit ) lebih kerap dihadapkan pada pola pikir negatif. dan temuan adalah kunci sukses auditor. tanpa temuan auditor dianggap memble..

    Komentar oleh eddyendrawan — Maret 21, 2012 @ 10:26 pm | Balas

    • Dear Mr. Eddy Endrawan,

      Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar pada blog ini.
      Saya merasa kurang setuju apabila auditor dihadapkan dengan pola pikir negatif, mungkin lebih tepat apabila diarahkan untuk berpikir mengenai resiko-resiko yang mungkin dapat terjadi dalam suatu kegiatan operasional. Apabila seorang auditor mampu memetakan mengenai resiko terhadap suatu kegiatan operasional di perusahaan maka hasil auditnya pun akan jauh lebih baik.
      Menurut perspektif saya, apabila temuan auditor setiap tahunnya makin menurun jumlahnya, berarti auditor tersebut telah melakukan tugasnya dengan baik karena telah berhasil memperbaiki internal control yang ada.
      Tugas seorang internal auditor bukan hanya mencari temuan, tetapi juga harus mencari solusi agar temuan serupa tidak lagi terjadi dikemudian hari.

      Saya mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan, saya harap kita bisa lebih open minded dan bisa menerima kritik2 yang konstruktif.

      Salam Dahsyat,
      Tony Sunaryo

      Komentar oleh internalauditindonesia — April 19, 2012 @ 10:01 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: