Internal Audit Indonesia's

Februari 11, 2010

7 Aspek Penting Membangun Akuntabilitas

Filed under: Artikel seputar Internal Audit — internalauditindonesia @ 12:00 am

Akuntabilitas, kini sering jadi tuntutan, wacana dan pembicaraan dalam penerapan kebijakan publik, GCG, Risk Management dan pengembangan organisasi. Namun dalam penerapan di lapangan, tak jarang aspek-aspek yang mempengaruhi akuntabilitas tercecer dan tak terperhatikan secara utuh dan lengkap.

Lalu aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dan membangun akuntabilitas dalam organisasi ? Sepengetahuan kami, khususnya dalam praktik Risk Management pada perusahaan ritel, setidaknya ada 7 aspek yang harus mendapat perhatian serius dari pemangku kepentingan organisasi.

Pertama, Transparansi. Transparansi adalah harga mati.

Kedua, Sistem dan Prosedur yang ter-update secara periodik setahun sekali dan maksimal 2 tahun sekali.

Ketiga, Partisipatif Representatif. Keikutsertaan dari karyawan yang kemudian terwakilkan dalam pembahasan kepentingan bersama pada jenjang yang lebih tinggi, tentu akan relatif membawa aspirasi akar-rumput yang cukup jelas, faktual dan lengkap.

Keempat, Evaluasi dan Review. Pada tahapan ini, evaluasi dan review difokuskan pada metodologi dan validitas pengumpulan masukan; proses pembuatan kebijakan; dan respon penerapan kebijakan dari pengguna akhir (end user) di lapangan. Juga perlu diperhatikan apakah konten dan konteksnya masih relevan, memenuhi rasa keadilan, dan proposional sesuai kemampuan perusahaan ?

Pemberian “Service Level Survey Result” untuk semua Dept Head atau pimpinan unit kerja, kiranya akan mampu meningkatkan layanan unit kerja kepada end-user dan memberikan masukan berarti untuk perbaikan dan penerapan program kerja yang lebih akurat.

Kelima, Keluhan dan Respon. Apakah ada wadah untuk menampung keluhan dari semua pemangku kepentingan dan apakah responnya telah dilakukan dengan cepat, tepat dan efektif sesuai harapan pemangku kepentingan ?

Keenam, Monitoring. Pemantauan bisa dilakukan dengan pengetatan sistem dan prosedur; kesungguhan atasan langsung untuk menjalankan program dan kebijakan;  komitmen pimpinan tertinggi untuk memastikan garis kebijakan telah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan efektif; pemeriksaan rutin internal audit; pembentukan Dewan Kehormatan; serta pelibatan eksternal audit yang independen bila dirasakan perlu.

Ketujuh, Kebijakan Futuristik. Apakah program-program dalam kebijakan itu mengacu pada kepentingan jangka panjang untuk kemaslahatan semua pemangku kepentingan, sesuai trend dan tuntutan industri sejenis ? Upaya lain untuk membuat kebijakan futusistik yang membumi dan didukung sumber daya yang ada dapat dilakukan dengan studi banding serta patok-duga (benchmark), sehingga pada akhirnya dapat dirasakan akan semakin mendekatkan pada visi dan misi perusahaan.

Rasanya, bila ketujuh aspek tersebut diatas terpenuhi maka bisa jadi untuk menjadi organisasi pembelajaran dan penerapan GCG pada perusahaan, bukanlah suatu hal yang terlampau sulit dilakukan. Tak percaya ? Coba saja 7 ”ajian pamungkas” membangun akuntabilitas itu !

2 Komentar »

  1. hm…saya mau tanya nih, kenapa auditor di Indonesia masih dihargai rendah dan banyak perusahaan cenderung memilih di audit oleh kantor auditor asing?

    Komentar oleh drummerfan — Februari 11, 2010 @ 7:41 am | Balas

    • Kalau menurut saya sih paradigma yang terbentuk di Indonesia selama ini adalah KAP asing lebih diakui dan lebih prestige dibandingkan KAP lokal.
      Dan KAP asing cenderung lebih banyak pengalaman memegang perusahaan-perusahaan besar, hal ini membuat company profile dari KAP asing lebih bagus.

      Salam kenal,
      Tony Sunaryo

      Komentar oleh internalauditindonesia — Februari 13, 2010 @ 4:29 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: