Internal Audit Indonesia's

Februari 11, 2010

Agar fungsi kontrol lebih bergigi…

Filed under: Artikel seputar Internal Audit — internalauditindonesia @ 12:00 am

Fungsi kontrol di perusahaan dalam konteks Risk Management seringkali kurang terkoordinasi dengan baik. Kalaupun ada koordinasi yang baik, seringkali sharing-nya kurang mendalam, tidak terprogram bersama, dan belum terbangun dalam satu sistem informasi yang lengkap terintegrasi.

Akibatnya, mudah ditebak. Mereka berkoordinasi saat ada masalah, atau lebih celaka lagi ada emergency meeting saat masalah tersebut berkategori “dapat perhatian serius dari manajemen puncak”.

Idealnya departemen yang memiliki fungsi kontrol di perusahaan dapat saling berbagi informasi terbaru dalam satu sistem informasi terpadu (misalnya di lotus-notes). Bagian Internal Audit, Loss Prevention, Crisis Management, MD (Merchandise Department) Control, Quality Control, atau apapun namanya bagian yang berfungsi kontrol dapat membaca, mengisi, meng-update dan mengakses sistem bersama itu kapan saja.

Secara teknis, tentu perlu ada kesepakatan terlebih dahulu antar Dept Head yang menangani. Kemudian diberlakukan sistem, prosedur dan pengamanan yang berlapis. Jadi hanya dalam kondisi tertentu, jabatan dan orang tertentu yang bisa membaca dan mengakses data tertentu. Sementara untuk input /mengisi data, tentu saja diberlakukan kebijakan satu pintu. Hanya orang yang memiliki otoritas khusus yang bisa mengisi atau pun meng-up-date datanya. Jadi bukan sembarang orang bisa mengisi dan meng-update datanya.

Bila sistem informasi terpadu belum terbangun, setidaknya upaya sederhana masih bisa dilakukan. Seperti berbagi rencana kerja satu tahun kedepan antar bagian yang memiliki fungsi kontrol, dan ditempatkan di satu lantai yang sama atau berdampingan. Karena pada perusahaan besar, bagian yang memiliki fungsi kontrol yang berbeda lantai satu sama lain, atau jauh terpisah, cenderung lupa berkoordinasi dan sibuk dengan urusan dan target kerjanya sendiri. Risk Management Director-lah yang perlu menjembatani semua ini.

Bila upaya ini sudah dilakukan, ditambah lagi dengan pemanfaatan teknologi informasi, Insya Allah bagian yang memiliki fungsi kontrol akan lebih bergigi, disegani dan tak diabaikan bila minta kasus dan temuannya ditindaklanjuti.

So, ada masukan dan pendapat Anda untuk bahasan ini ?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: