Internal Audit Indonesia's

Maret 30, 2010

Tips Super Efektif Mempersiapkan Interview Kerja

Filed under: Tips Seputar Wawancara Kerja — internalauditindonesia @ 12:00 am

Agar wawancara kerja dapat berjalan dengan efektif, maka Anda perlu memepersiapkan segalanya dengan tepat dan sempurna – paling tidak mendekati. Persiapkanlah segala aspek yang mungkin terjadi dalam wawancara kerja tersebut, sehingga apabila Anda berhadapan dengan permasalahan tersebut, Anda sudah dapat menguasai dan bahkan mengendalikannya. Berikut ini 10 Tips super efektif dalam menghadapi wawancara kerja:

Tips Super Efektif Mempersiapakan Interview Kerja

1. Siapkan Interview Kit. Oang-orang dalam jajaran manajemen tak akan punya banyak waktu untuk mewawancarai Anda. Untuk itu, bertindak proaktif pasti akan sangat membantu mencegah terjadinya kemacetan komunikasi, siapkan sebuah berkas yang disebut Interview Kit. Simpan dokumen penting seperti CV terbaru, ijazah pendidikan, sertifikasi bidang keahlian dan training, sertifikat penghargaan yang Anda miliki serta dokumen resmi lainnya. Jangan lupa juga beberapa lembar fotokopinya. Selain itu jika Anda punya hasil karya atau bukti karya yang pernah Anda capai, sertakanlah juga. Interview Kit sangat berguna memberikan gambaran visual diri Anda. Untuk Anda yang memiliki keahlian dalam bidang kreatif, jangan lupa siapkan portofolio, misalnya bidang fotografi, desain grafis atau periklanan.

2. Buat Daftar Kemahiran Anda. Ini akan membantu Anda menjawab pertanyaan yang menyangkut kelebihan diri sendiri. Misalnya pengatahuan penggunaan internet, kursus intensif komputer, diploma perpajakan atau sertifikasi internasional yang Anda miliki.

3. Buat Strategi “60 detik”. Berlatihlan menjawab pertanyaan yang diajukan kurang dari 1 menit. Strategi ini cocok untuk menjawab pertanyaan seperti: “Ceritakan tentang diri Anda?” Gunakan strategi ini untuk membuat kesimpulan jawaban. Juga untuk mengakhiri wawancara

4. Berlatih Memberikan Jawaban Singkat dan Jelas untuk pertanyaan kunci, yakni pertanyaan seperti, “Mengapa Anda harus keluar dari tempat kerja lama?” atau “Apakah kelemahan Anda?” dapat Anda jawab dengan lancar jika sudah dipersiapkan terlebih dahulu.

5. Latih Penampilan Anda. Jika perlu, siapkan kamera video dan alat rekam untuk mendengar suara dan melihat postur tubuh saat wawancara. Minta bantuan teman untuk pura-pura berperan sebagai si pewawancara. Usahakan berbicara dengan bahasa baku, terstruktur dan jelas.

6. Beri Bermacam-Macam Contoh Kejadian atau pengalaman yang pernah Anda alami. Asumsi perusahaan: Apa yang telah Anda lakukan mencerminkan apa yang kelak Anda lakukan. Pilihlah sebuah pengalaman yang sekiranya tidak hanya mengesankan Anda, namun juga orang lain.

7. Jabat Tangan Si Pewawancara Dengan Tegas. Pandanglah kedua matanya. Sapa namanya saat masuk dan meninggalkan ruangan. Ucapkan salam standar sepert, “Selamat Siang Bapak…”

8. Dengarkan Semua Pertanyaan Dengan Seksama dan Jawablah Dengan Ringkas. Hal ini akan mengesankan Anda cakap dalam berkomunikasi maupun cepat dalam berfikir. Jika ada pertanyaan yang tidak jelas, tanyakan sekali lagi supaya Anda benar-benar yakin telah mengerti inti pertanyaan. Namun jangan sampai hal ini (bertanya), Anda lakukan berulang kali.

9. Aktif Dalam Percakapan. Ciptakan hubungan dan ajukan pertanyaan berkaitan. Misalnya saat berbicara tentang komputer, tanyakan sistem apa yang dipergunakan oleh perusahaan tersebut. Berikan beberapa alternatif pengalaman Anda mengenai sistem komputer tersebut.

10. Perlihatkan Minat dan Semangat. Ekspresi wajah yang monoton tak akan membuat si pewawancara berminat dan yakin akan kemampuan Anda. Ceritakan pengalaman yang telah Anda jalani. Lalu tunjukan bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman masa lalu

2 Komentar »

  1. mohon untuk lebih detail tentang pertanyaan-pertanyaan yang dikira sangat berpengaruh si pelamar untuk di terima,,,,
    berikan contoh pertanyaan dan sekaligus jawaban sebagai panduan si pelamar. terima kasih

    Komentar oleh desyaq yassar — Januari 12, 2011 @ 7:54 pm | Balas

  2. Interview itu sifatnya untuk mengenal pribadi yang diinterview sedikit lebih dalam.. Saya rasa dalam interview itu tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang baku dan bersifat dinamis, karena interview itu bukan ujian nasional. Mohon maaf permintaan untuk contoh pertanyaan sekaligus jawaban tidak dapat diberikan, karena hal tersebut dapat menjerumuskan diri anda ke dalam suatu patern yang tidak baik.
    Salam Dahsyat,
    Internal Audit Indonesia

    Komentar oleh internalauditindonesia — Januari 21, 2011 @ 9:04 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: