Internal Audit Indonesia's

Agustus 26, 2010

Tutorial Membuat CV yang “Menjual” (Bag. II): Kerangka Awal Sebuah CV yang Menjual

Filed under: Tips Seputar Wawancara Kerja — internalauditindonesia @ 12:00 am

Saya selalu menekankan ke semua orang yang berkonsultasi ke saya bahwa membuat CV yang menjual itu bukan semata-mata masalah bagaimana membuat CV dengan desain yang menarik.

Lebih dari itu, membuat CV yang menjual pada prinsipnya adalah bagaimana menjual kemampuan dan kualifikasi yang kita miliki kedalam 2 lembar kertas (3 lembar maksimum) sehingga dalam waktu singkat pihak recruiter ataupun pihak HRD perusahaan yang kita lamar akan bisa dengan cepat memasukkan CV kita kedalam interview shortlist.

Karena setiap hari pekerjaan saya memelototi puluhan bahkan kadang ratusan CV yang masuk, hampir selalu saya temui pola pikir dari kandidat atau pelamar kerja yang mengutamakan pencantuman informasi tentang diri sendiri dengan selengkap-lengkapnya kedalam CV.

Hasilnya adalah CV dengan jumlah lebih dari dua halaman tapi tanpa tujuan yang jelas dan cenderung membingungkan orang yang membacanya.

Hal ini sering terjadi terutama karena saya tahu banyak diantara para kandidat atau pelamar kerja (mungkin juga termasuk anda yang membaca tulisan ini) yang selalu mengirimkan satu jenis CV ke semua lowongan pekerjaan yang anda lamar.

SALAH BESAR!

Tidak semua lowongan pekerjaan itu sama.

Meskipun anda melamar untuk posisi yang sama di dua perusahaan yang berbeda, tapi saya yakin kualifikasi yang dicari pastilah berbeda antara perusahaan A dan perusahaan B — apalagi kalau anda melamar untuk posisi yang sama sekali berlainan, tentunya CV yang bersifat “generik” akan dengan cepat dihapus atau dibuang.

Anda mungkin tidak percaya, tapi ada satu cara efektif untuk membuat CV anda selalu dimasukkan kedalam interview shortlist

Pastikan kualifikasi anda memenuhi job requirements dan sesuaikan secara spesifik CV anda dengan job requirements tersebut!

Anda masih ingat dengan tutorial bagian I, dimana saya tegaskan bahwa tujuan utama anda dalam membuat CV adalah semata-mata hanya untuk mendapatkan panggilan interview?

Hampir tidak ada gunanya membuat CV yang panjang, karena pihak recruiter atau HRD hanya akan membaca semua CV yang masuk secara sepintas. Jarang sekali seseorang yang in-charge untuk rekrutmen membaca CV seseorang lebih dari 30 detik.

Nah, untuk itu buatlah pekerjaan pihak recruiter atau HRD menjadi lebih mudah dengan membuat CV dalam dua (atau maksimal tiga) halaman saja yang secara spesifik menonjolkan kualifikasi anda yang sesuai dengan job requirements.

Untuk membuat CV dengan model seperti itu tentunya penting juga anda pahami informasi krusial apa saja yang harus ada didalam sebuah CV yang menjual.

Inilah kerangka awalnya:

  • Executive Summary / Key Qualifications
  • Skills / Competencies — (yang ini tidak wajib, dan bisa diletakkan di awal ataupun di tengah CV)
  • Professional Experience
  • Educational Background
  • Relevant Trainings / Professional Certifications
  • Additional Information

Hah, hanya sesingkat itukah?

Ya memang kerangka awalnya hanya seperti itu, tapi ingat kalau kerangka ini nantinya akan kita kembangkan sehingga menjadi sebuah CV utuh yang bisa menjual kemampuan kita hanya dalam dua atau tiga halaman.

Di sisi lain, kerangka ini tidak bersifat mengikat, anda bisa mengembangkannya tanpa harus terlalu saklek mengikuti pedoman yang saya buat.

Intinya tujuan utama kita dalam membuat CV bisa tercapai, yaitu mendapatkan panggilan interview.

Itulah akhir dari tutorial bagian II.

Pada tutorial selanjutnya kita akan bahas satu-persatu bagaimana mengembangkan kerangka awal dari CV yang menjual ini kedalam sebuah bentuk utuh yang menyesuaikan dengan job requirements yang diminta.

Untuk memudahkan anda memahami pembahasan bagian selanjutnya dari tutorial ini, saya akan mulai mengambil satu contoh studi kasus berdasarkan CV asli dari seorang kandidat yang pernah saya proses dan saya akan jelaskan bagaimana kita akan memodifikasi CV tersebut agar bisa sesuai dengan kualifikasi dari posisi yang ingin dilamarnya.

Tentu saja CV tersebut sudah disamarkan informasinya, jadi nama akan berupa nama fiktif, demikian pula dengan nama perusahaan dan informasi sensitif lainnya.

Sumber : Suryosumarto.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: